Sabtu, 29 Desember 2012

9 Trend Peluang Bisnis 2013

Membangun bisnis sendiri sejak awal, terutama yang sukses, tak selalu semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perencanaan panjang untuk mewujudkan mimpi Anda menjadi pengusaha. Tantangan pun semakin besar di tengah perekonomian dunia yang sedang mengalami kemandekan. Namun, kondisi itu tak lantas membuat Anda patah arang. Tak jarang banyak pebisnis pemula yang berhasil memanfaatkan berbagai tantangan tersebut menjadi sebuah kesuksesan. Berikut adalah sembilan ide brilian bisnis yang kemungkinan meraih sukses pada 2013:

1. Jasa perbaikan kursi roda


Makin tingginya angka harapan hidup masyarakat dunia, diyakini bakal membutuhkan jasa pelayanan kesehatan yang makin besar pula. Saat ini, angka statistik di Amerika Serikat mencatat lebih dari 2,8 juta masyarakat Paman Sam menggunakan kursi roda untuk mobilitasnya. Kebutuhan kursi roda meningkat seiring bertambahnya keperluan untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari maupun liburan. Dalam catatan VA Pittsburgh Healthcare System, sebanyak 53 persen pengguna kursi roda membutuhkan jasa perbaikan alat bantu mereka.

2. Pengembang produk pintar


Produk pintar merupakan alat yang membantu agar fungsi-fungsi dari peralatan yang digunakan sehari-hari bisa lebih optimal. Bahkan, sejumlah pihak memperkirakan, produk pintar adalah barang masa depan yang kemungkinan takkan pernah berakhir. Teknologi pintar sebenarnya dapat diaplikasikan pada produk pakaian juga, termasuk untuk tujuan kesehatan. Bahkan, peneliti dari Univeritas Arkansas AS telah menemukan serangkaian struktur nano pada produk tekstil yang digunakan pada pakaian dalam olahraga wanita. Seiring makin banyaknya ahli dan peneliti yang mengembangkan produk pintar, pebisnis ritel memiliki kesempatan untuk membantu menjualnya. Terlibat dalam bisnis ini sedini mungkin akan membuka peluang besar Anda.

3. Ahli pemasaran multikultural


Semua segi bisnis kini tengah berupaya mencari jalan untuk terhubung dengan konsumennya. Namun, banyak perusahaan yang gagal menggaet kalangan minoritas. Hasil penelitian dari Accurate Lead menemukan, para agen pemasaran yang tak bisa menyasar kalangan minoritas berpotensi kehilangan pangsa pasar hingga US$3 triliun. Studi ini juga menemukan banyak perusahaan gagal dalam menjalin hubungan dengan kalangan minoritas, karena mereka tak mau meluangkan waktu untuk mengenal lebih dekat dengan konsumennya.

4. Penulis bayangan (Ghost Writer)


Dengan makin hilangnya sekat dan biaya untuk mempublikasikan sebuah karya tulisan, permintaan penulis bayangan (ghost writer) akan semakin meningkat. Permintaan itu bisa dalam bentuk buku, blog, hingga tulisan dalam media sosial. Bahkan, saat ini semua itu bisa dilakukan dengan lebih mudah dan terkomunikasikan dengan baik. Kini, para pembaca bisa langsung mengambilnya begitu saja. Namun, harus diakui, untuk membuat sebuah konten tak sepenuhnya mudah. Banyak perusahaan yang pada akhirnya menggunakan jasa penulis bayangan untuk membantu kerja mereka. Dengan makin terbukanya jasa penulisan online, banyak pebisnis yang membuat sebuah buku dengan bantuan penulis bayangan untuk membantu mereka membangun kredibilitas.

5. Konsultan ramah lingkungan


Terlepas dari langkah memotong biaya energi atau mengurangi penggunaan karbon, tekanan pebisnis untuk mengadopsi kebijakan ramah lingkungan semakin meningkat. Sebuah studi menemukan bahwa 82 persen konsumen AS memiliki pengetahuan dan sejarah kuat terkait produk-produk ramah lingkungan. Sebanyak 80 persen konsumen mempertimbangan faktor sejarah perusahaan dalam memutuskan pembelian sebuah produk. Mengetahui besarnya pengaruh perusahaan ramah lingkungan terhadap keputusan konsumen, banyak pelaku bisnis yang mulai menggunakan jasa konsultan untuk membantu mereka mewujudkan ambisi itu. Konsultan bisnis yang berkelanjutan, Barbara Englehart, meyakini bisnis jasa konsultan akan berkembang dalam beberapa tahun mendatang. "Ini merupakan bisnis baru dengan area yang makin berkembang," katanya.

6. Konsultan bencana


Hampir setiap hari masyarakat disuguhi berita-berita mengenai kebakaran, banjir, dan bencana alam lainnya. Bencana itu pada akhirnya bisa menyapu semua kesuksesan yang telah Anda raih lewat kerja keras bertahun-tahun. Menyadari hal itu, banyak pebisnis yang mulai mengevaluasi situasi perusahaan mereka. Keinginan untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam menghadapi ancaman yang makin meningkat telah menuntut pebisnis menggunakan jasa konsultan untuk membimbing bisnisnya. Bila perlu, melindungi semua bagian dari perusahaan yang dimiliki.

7. Jasa konsultan pengumpul dana


Salah satu komponen penting dalam aturan baru yang dibuat AS, Jumpstart Our Business Startups (JOBS) Act adalah memotong kewenangan otoritas pasar modal AS atau Securities and Exchange Commission yang melarang pengumpulan dana dari masyarakat. Dengan tak adanya larangan itu, para pebisnis pemula kini bisa mulai menggalang dana untuk membantu bisnisnya. Crowdfunding memungkinan sekelompok masyarakat untuk berkontribusi (biasanya US$50-500 per orang) untuk menjadi investor di sebuah perusahaan startups.

Kendati demikian, konsep yang masih muda dari AS ini membuat para pebisnis membutuhkan jasa konsultan guna membantu mencari jalan terbaik dalam menggandeng investor baru. "Sepanjang aktivitas penggalangan dana ini terus tumbuh, masyarakat yang ingin menggunakan jasa konsultan akan terus meningkat serta mencari tips dan trik yang paling manjur," kata konsultan Crowdfunding, Victoria Westcott.

8. Jasa penerjemah


Jasa penerjemah semakin menunjukkan pertumbuhan seiring menurunnya perekonomian dunia akibat krisis. Data IBIS World menemukan, penggunaan instrumen internet telah memicu permintaan jasa penerjemah seiring langkah perusahaan yang menyasar negara-negara baru. Perusahaan ini membutuhkan sebuah website yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pemasaran di negara-negara tujuan baru itu. Studi ini juga menunjukkan, banyak perusahaan memfokuskan bisnisnya dengan memicu pertumbuhan di luar negeri dalam lima tahun ke depan. Untuk kebutuhan itu, mereka memerlukan industri penerjemah yang bisa membantu perusahaan lebih dekat dengan konsumen.

9. Asisten perbaikan mobil


Banyak pemilik mobil yang biasanya frustasi ketika harus membawa kendaraan ke bengkel, karena dianggap menyita banyak waktu. Belum lagi, pemilik mobil ini harus menggunakan transportasi alternatif selama kendaraan sedang diperbaiki. Namun, kondisi itu tampaknya perlahan mulai bisa teratasi. Kini, jasa pelayanan asisten perbaikan mobil bisa membantu pemilik mobil yang tak mau direpotkan dengan urusan bengkel dan mengantarkannya ketika sudah selesai. Tak hanya itu, asisten ini siap membantu menyediakan kendaraan pengganti bagi para konsumennya. Kendaraan ini bisa dipakai selama perbaikan masih belum selesai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar